Sejarah dan Peran Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia Bidang Pertanahan di Indonesia


Sejarah dan Peran Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia Bidang Pertanahan di Indonesia

Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) merupakan lembaga pendidikan tinggi yang memiliki peran penting dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang pertanahan di Indonesia. Sejarah berdirinya STPN dimulai pada tahun 1958, saat pemerintah Indonesia merasa perlunya lembaga pendidikan yang khusus membahas mengenai pertanahan sebagai bagian dari pembangunan nasional.

Sejak berdirinya, STPN terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pertanahan melalui program-program pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri. STPN menawarkan berbagai program studi, seperti Teknik Geomatika, Manajemen Sumber Daya Lahan, dan lain-lain, yang dirancang untuk mempersiapkan para lulusannya agar siap bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.

Peran STPN dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang pertanahan sangatlah penting. Melalui kurikulum yang terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan terkini di industri pertanahan, para lulusan STPN memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan oleh industri. Selain itu, STPN juga aktif dalam melakukan riset-riset yang berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pertanahan.

Dengan demikian, STPN menjadi salah satu lembaga pendidikan yang berperan besar dalam memajukan sektor pertanahan di Indonesia. Para lulusan STPN diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan pertanahan di tanah air.

Referensi:
1. Situmorang, P., & Lestari, D. K. (2019). Peran Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) dalam Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Bidang Pertanahan di Indonesia. Jurnal Pendidikan Pertanahan, 6(2), 89-98.
2. Kusumawati, D. (2018). Peran Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) dalam Meningkatkan Daya Saing Sumber Daya Manusia Bidang Pertanahan di Era Globalisasi. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pertanahan, 3(1), 45-56.